Sunday, 19 November 2017

Sejarah Renang Indonesia


          Akhir-akhir ini renang menjadi salah satu cabang olah raga yang menyumbang beberapa mendali untuk Indonesia. hal ini bisa dilihat dari beberapa medali emas yang diperoleh di SEA Games 2017 yaitu Satu medali emas diperoleh dari I Gede Siman Sudartawa di nomor 50 meter gaya punggung putra, Gagarin Nathaniel meraih medali emas nomor 100 meter gaya dada putra. Indra Gunawan Meraih medali emas nomor 50 meter gaya dada  Putra, Triady Fauzi Sidiq meraih emas nomor 200 meter gaya ganti. akan tetapi kita juga tidak boleh lupa akan sejarah renang di indonesia dari awal hingga Sekarang. di sini saya akan coba untuk sedikit memaparkan sekilas sejarah renang di Indonesia

Peraih Medali

          Sejarah Renang Sebelum Kemerdekaan

Pada awalnya membaca sebuah buku tentang Sejarah Renang di Indonesia, saya pun kaget ternyata di indonesia renang sudah ada pada masa kerajaan majapahit. Pada zaman itu orang-orang menyeberangi sungai-sungai hanya dengan rakit. Seperti halnya sultan Hadiwijaya sebelum dinobatkan menjadi raja Pajang yang terkenal dengan nama Jaka Tingkir atau Raden Mas Karebet ini suka mengembara dan suka menyusuri sungai dengan rakit. Hal ini dibuktikan dengan peninggalan pada masa-masa tersebut seperti kerajaan Majapatih, Mataram yang berupa Candi Puteri dan Taman Sari yang di dalamnya terdapat kolam renang.
Pada zaman penjajahan belanda, orang-orang belanda membawa olah raga renang dari eropa ke indonesia. Mereka mulai mendirikan kolam renang di beberapa kota besar Indonesia. Pada tahun 1904 mereka mendirikan kolam renang yang pertama di cihampelas di kota Bandung, kemudian berturut-turut membangun kolam renang di Cikini di kota Jakarta, Brantas di Surabaya, di Manggarai Di kota Jakarta, Telagasari di kota Surabaya, di kota Malang, semarang dan cirebon. Perusahaan BPM dan Stanvac pun mendirikan kolam renang yang bersifat intern misalnya di kota medan, Palembang dan Cepu. Di kalangan militer juga  membangun kolam renang di kota magelang dan Cimahi.
Kegiatan renang di Indonesia sudah mulai terorganisir pada tahun 1917 hal ini dibuktikan dengan dengan sudah berdirinya Bandoengse Zwembond (Perserikatan Rengan Bandung) yang beranggotakan 7 anggota. Pada tahun 1918 berdirilah West Java Zwembond (Perserikatan Renang Jawa Barat). Tahun 1927 berdiri juga Oost Java Zwambond (Perserikatan Renang Jawa Timur). Sejak saat itu banyak sekali pertandingan-pertandingan renang yang diadakan baik antar kota maupun antar daerah bahkan diselenggarakan pula kejuaraan seluruh antar daerah indonesia yang diakui sebagai rekor negara Belanda. 

Sejarah Renang Setelah Kemerdekaan 

 Tahun 1945 sesudah indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, kegiatan renang menjadi sepi sebab bangsa indonesia sibuk dalam perjuangan melawan penjajah Belanda. dan batu pada tanggal 24 Maret 1951 berdirilah PBSI (Persatuan Berenang Seluruh Indonesia ). Kemudian PBSI diterima menjadi anggota KOI (Komite Olympiade Indonesia yang pada saat itu bernama PORI (Perserikatan Olahraga Republik Indonesia.
Perkembangan renang maju dengan pesat dengan banyaknya pertandingan yang diadakan. renang pun masuk dalam salah satu nomor yang dipertandingkan dalam PON. Bahkan banyak dari atlik renang indonesia yang dikirim ke luar negeri untuk mengikuti perlombaan-perlombaan seperti Yout Festival di Bukares, Asian Games II, Olympiade Melbourne .
Pada tahun 1957 pada waktu PON IV, PBSI dirubah namanya menjadi PRSI (persatuan Renang Seluruh indonesia). Dalam PON IV ini juga pertama kalinya dipertandingankan Nomor Renanga Gaya Kupu-kupu.
 Perkembangan renang dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan hingga pada tahun 1965 s.d 1967. Dan pada tahun 1969 diadakan PON VII sekaligus juga pertanda perkembangan renang dimulai kembali hingga saat ini.

Demikian sedikit urain tentang sejarah renang di diindonesia, terima kasih telah berkunjung

Saturday, 18 November 2017

Soal tematik kelas 4 tema 4.1

        Soal merupakan salah satu indikator pencapaian proses pembelajaran. dengan soal ini kita akan tahu bagaimana hasil yang kita dapat setelah melakukan KBM, berhasil atau tidaknya salah satunya adalah dengan soal ini. banyak sekali yang bisa dibuat untuk mengukur hasil, sebagai wacana dalam pembuatan soal maka saya buat satu soal tematik kelas 4 tema 4.1 atau tema berbagai pekerjaan. 
di bawah ini adalah preview soalnya, dan bisa anda download di sini

Muatan IPS KD 3.3
1.       Contoh Pekerjaan Penduduk yang tinggal di pantai adalah ....
a. Penambak udang dan nelayan
b. petani teh dan peternak sapi
c. pegawai bank dan dokter
d. guru dan petugas keamanan
2.       Tanaman yang tidak cocok ditanam di dataran rendah adalah ....
a. mangga dan jeruk
b. padi dan jagung
c. kelapa dan sagu
d. teh dan stroberi
3.       Tuliskan jenis-jenis pekerjaan yang dilakukan masyarakat di daerah dataran rendah!
4.       Tuliskan jenis-jenis pekerjaan yang dilakukan masyarakat di daerah dataran tinggi!
5.      Apakah ada jenis pekerjaan di dataran tinggi yang sama dengan jenis pekerjaan di dataran rendah rendah? Jelaskan!

Muatan BI KD 3.5
1.       Sebutkan sesuatu yang di ulas dalam sebuah buku sastra!

Bacalah cerita berikut untuk menjawab soal nomor 2-4!
Anton dan adiknya sedang berjalan-jalan di taman. Mereka menemukan dompet yang terjatuh. Di dompet tersebut terdapat tanda pengenal. Ternyata dompet tersebut milik pak budi, tetangga mereka, anton dan adinya segera mengembalikan dompet tersebut kepada pemiliknya.
2.       Tokoh utama dalam cerita tersebut adalah ....
a. Pak Budi dan adik Anto
b. Anton dan adiknya
c. Pak Budi
d. Anton
3.       Anton menemukan dompet pak Budi di ....
a. Teman                                   
b. rumah Anton
c. rumah Pak Budi
d. dalam kamar Anto
4.       Sifat Anton dalam cerita tersebut adalah ....


terimakasih telah berkunjung dan semoga bermanfaat

Thursday, 16 November 2017

SILABUS TEMATIK KELAS 5 LENGKAP

Contoh Silabus Tematik


Sebelum masuk ke Silabus Tematik Kelas 5 Lengkap, nanti bisa didownload di bawah. 

KOMPONEN SILABUS 

Silabus merupakan rencana Pembelajaran mata pelajaran atau tema tertentu dalam pelaksanaan kurikulum. baik silabus K13 maupun kurikulum KTSP memiliki komponen-komponen sebagai berikut:
1.    kompetensi inti;
2.    kompetensi dasar;
3.    materi pembelajaran;
4.    kegiatan pembelajaran;
5.    penilaian;
6.    alokasi waktu; dan
7.    sumber belajar.

PRINSIP PENGEMBANGAN SILABUS

1.    Silabus dikembangkan dengan prinsip-prinsip:
2.    Mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 67 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.
3.    Aktual dan Kontekstual
Silabus selalu memperhatikan perkembangan ilmu, pengetahuan, teknologi, dan seni yang mutakhir.
4.    Fleksibel
Silabus selalu memberikan rujukan dan ruang yang lebih luas kepada guru untuk menyusun perencanaan mengajar.
5.    Menyeluruh
Silabus mencakup pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh dalam ranah kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

MEKANISME DAN LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS

A.   Mekanisme Pengembangan Silabus
Silabus dikembangkan oleh:
1.    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Silabus untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu silabus mata pelajaran untuk Kelompok A dan Kelompok B.
2.    Dinas Pendidikan
a.    Silabus yang dikembangkan pada tingkat daerah yaitu silabus sejumlah bahan kajian dan pelajaran dan/atau mata pelajaran muatan lokal yang ditentukan oleh daerah yang bersangkutan.
b.    Silabus muatan lokal yang berlaku untuk seluruh wilayah provinsi ditetapkan oleh dinas pendidikan provinsi.
c.     Silabus muatan lokal yang berlaku untuk seluruh wilayah kabupaten/kota ditetapkan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota.
3.    Satuan Pendidikan
Silabus yang dikembangkan pada tingkat satuan pendidikan yaitu silabus muatan lokal yang berlaku pada satuan pendidikan yang bersangkutan.
B.   Langkah-langkah Pengembangan Silabus
1.    Mengkaji Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
a.     urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI;
b.     keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;
c.      keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran.
2.    Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran
Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:
a.    potensi peserta didik;
b.    relevansi dengan karakteristik daerah,
c.     tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik;
d.    kebermanfaatan bagi peserta didik;
e.    struktur keilmuan;
f.     aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran;
g.    relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan; dan
h.    alokasi waktu.
3.    Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut.
a.    Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
b.    Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
c.     Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
d.    Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.
4.    Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
5.    Penentuan Jenis Penilaian
Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian.
a.    Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.
b.    Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
c.     Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik.
d.    Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. yang berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan.
e.    Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.
6.    Menentukan Alokasi Waktu
Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.
7.    Menentukan Sumber Belajar
Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.


silahkan DOWNLOAD SILABUS TEMATIK KELAS 5 LENGKAP